pertemuan dengan Tim Konsultan Japan International Cooperation Agency (JICA) dari Nippon Koei Co., Ltd.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Plh. Kepala Bappelitbang PPU dan dihadiri oleh tim engineering JICA yang juga turut terlibat dalam penyusunan Master Plan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juli 2024 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, JICA menyampaikan fokus dukungan mereka pada penyediaan air baku sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan berskala besar. Bappelitbang PPU menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi daerah, seperti belum optimalnya sistem irigasi untuk mendukung 15.000 hektar lahan pertanian pangan, khususnya di Kecamatan Babulu yang rawan kekeringan saat musim panas dan banjir saat hujan intensif. JICA juga menunjukkan minat untuk membantu optimalisasi wilayah irigasi melalui perbaikan jalan akses ke bendungan serta rehabilitasi bendungan yang dekat dengan areal persawahan. Salah satu bendungan yang dibahas adalah Bendungan Gerak Telake, yang sebelumnya pernah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Selain itu, dijelaskan bahwa jarak Bendungan Telake terlalu jauh untuk langsung mengairi sawah di Babulu, namun terdapat waduk turunan yaitu Waduk Babulu yang potensial untuk mendukung irigasi. Dinas PUPR juga menambahkan bahwa Waduk Babulu belum memiliki bangunan pendukung. Informasi terkait alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit serta belum adanya Rice Milling Unit (RMU) di PPU juga menjadi catatan penting yang disampaikan kepada pihak JICA.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbentuk kerja sama strategis dalam pengembangan infrastruktur air baku dan sistem irigasi modern untuk mendukung ketahanan pangan di PPU dan wilayah penyangga IKN. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada Rabu, 25 Juni 2025, dengan fokus pembahasan pada pengelolaan sampah padat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *